Jumat, 14 September 2012

Jomblo

Pendidikan Dasar Teknologi, Jumat

Aku dan kamu. Sekarang kita sama-sama jomblo. Ini menyakitkan. Sakit saat jelas-jelas kita masih saling sayang tapi kita malah jadi gini.

Ini salahku. Jelas-jelas masih sayang tapi malah jadi gini. Sumpah Aku gini karena nggak enak sama semua. Sejak awal kita memang beda.

Siapa yang salah? Aku? Kamu? Kita? Perbedaan ini? Rasa ini? Apa? Cinta? Katamu, cinta datang karena takdir dan rasa yang tumbuh di hati kita. Jadi, takdir dan rasa ini yang salah?

Saat ku tanya dulu, kamu berkata kalau cinta nggak mungkin salah. Kamu juga bilang, kita nggak salah. Lalu siapa? Tuhan? Nggak mungkin. Katamu, Tuhan itu Maha Sempurna.

Aku tahu sekarang bukan saat yang tepat untuk mencari siapa yang salah. Karna lebih penting untuk ku kembali mengejar berita tentang mu. Aku akan tetap dan selalu jadi penggemar mu. Meskipun tak seperti penggemar mu yang lain.

Aku masih berharap. Aku masih ingat semua. Saat kita masih seperti dulu. Saat ikatan kita masih lebih dari sekarang. Lebih dari teman.

Aku masih ingat sema hal yang kita bagi. Semua janji yang kita buat, cuma kita berdua. Semua harapan yang kita buat. Aku masih ingat semua.

Bagaimana dengan mu?

Masih ingatkah kamu tentang gelang itu? Aku harap masih. Gelang merah-ungu yang bertuliskan nama kita.

buat kamu,
penyuka Real Madrid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar